Judul buku ini — “Tutorial Mengedit Takdir” — mungkin terdengar provokatif. Mungkin terdengar seperti menantang konsep yang selama ini dianggap sakral dan tidak bisa diganggu gugat. Tapi bukan itu yang dimaksud, yang dimaksud adalah sesuatu yang jauh lebih dalam — dan jauh lebih indah dari provokasi murahan.
Takdir bukan penjara. Ia adalah kanvas. Dan Allah yang menciptakanmu sebagai pelukisnya — bukan sebagai orang yang hanya duduk menatap kanvas kosong sambil berkata, “Ini takdir, bukan urusanku.”
Allah berfirman dalam QS. Ar-Ra’d: 11:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”
Allah tidak menjanjikan perubahan itu datang dari luar. Allah menjanjikan bahwa perubahan dimulai dari dalam.
Dari mengubah “ما بأنفسهم” — apa yang ada di dalam diri mereka sendiri.
Program bawah sadar. Prasangka. Keyakinan. Cara pandang terhadap diri sendiri dan terhadap Allah.
Itu yang harus berubah lebih dulu.
Dan baru setelah itu — Allah mengubah keadaan di luar.






Reviews
There are no reviews yet.